KETUA PENYIDIK KPK NOVEL BASWEDAN SEMPAT MELIHAT DUA PELAKU PENYERANGAN DI DEKAT RUMAH
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan mengaku sempat melihat dua orang tersangka penyiraman air keras kepadanya sebelum kejadian. Ia mengaku sempat melihat kedua tersangka berada di seberang rumahnya.
"Saat saya baru keluar rumah untuk berangkat ke masjid menunaikan shalat subuh, saya melihat dua pelaku atau tersangka ini di seberang jalan," kata Novel seperti dikutip dari Majalah Situs Berita Indonesia Januari 2020.
Saat itu, menurut Novel Baswedan, kedua Tersangka tidak memakai helm. Satu orang tengah melihat ke arah Novel Baswedan, sedangkan satunya seolah sedang senam karena saat itu ada seorang ibu yang lewat.
Salah seorang tersangka atau pelaku, kata Novel Baswedan, berambut agak panjang, berperawakan tinggi dan berkulit putih. Satu orang lagi menurutnya tidak terlalu tinggi dan berkulit gelap.
Namun Novel Baswedan tidak ingin menarik kesimpulan bahwa kedua tersangka saat ini betul-betul pelakunya. "Saya tidak bisa mengambil kesimpulan di awal-awal apakah ini orang yang sama atau tidak. Saya berpesan, jangan melupakan fakta objektif," ujarnya.
Hari ini, Senin, 6 Januari 2020, Kepolisian Daerah Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan kasus Novel Baswedan. Novel Baswedan akan diperiksa sebagai saksi korban dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.
Pemeriksaan ini akan menjadi kali pertama bagi Novel Baswedan setelah polisi menangkap dua tersangka penyerangnya pada akhir Desember 2019. Keduanya adalah dua anggota Brigade Mobil Polri berinisial RB dan RM.
"Saat saya baru keluar rumah untuk berangkat ke masjid menunaikan shalat subuh, saya melihat dua pelaku atau tersangka ini di seberang jalan," kata Novel seperti dikutip dari Majalah Situs Berita Indonesia Januari 2020.
Saat itu, menurut Novel Baswedan, kedua Tersangka tidak memakai helm. Satu orang tengah melihat ke arah Novel Baswedan, sedangkan satunya seolah sedang senam karena saat itu ada seorang ibu yang lewat.
Salah seorang tersangka atau pelaku, kata Novel Baswedan, berambut agak panjang, berperawakan tinggi dan berkulit putih. Satu orang lagi menurutnya tidak terlalu tinggi dan berkulit gelap.
Namun Novel Baswedan tidak ingin menarik kesimpulan bahwa kedua tersangka saat ini betul-betul pelakunya. "Saya tidak bisa mengambil kesimpulan di awal-awal apakah ini orang yang sama atau tidak. Saya berpesan, jangan melupakan fakta objektif," ujarnya.
Hari ini, Senin, 6 Januari 2020, Kepolisian Daerah Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan kasus Novel Baswedan. Novel Baswedan akan diperiksa sebagai saksi korban dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.
Pemeriksaan ini akan menjadi kali pertama bagi Novel Baswedan setelah polisi menangkap dua tersangka penyerangnya pada akhir Desember 2019. Keduanya adalah dua anggota Brigade Mobil Polri berinisial RB dan RM.

Tidak ada komentar